Sabtu, 29 Agustus 2020

BEST FRIEND FOREVER

 

BEST FRIEND FOREVER

teman dan sahabat: Kartun Sahabat Sejati Muslimah

Teman sejati adalah teman yang selalu ada untuk kamu, susah senang, sedih, bahagia, selalu ada bersama kamu.

Teman sejati itu akan bersedia memberikan pundaknya untuk kamu mengadu

Teman sejati akan memberikan apapun, selagi ia mampu

Teman sejati tak akan pernah melupakan mu

Teman sejati adalah teman yang selalu menunjukkan kepada jalan kebaikan

Teman sejati tidak akan pernah menghianati persahabatan nya

Teman sejati akan siap selalu membantu

Temna sejati adalah teman yang tidak akan hilang oleh waktu

 


This is Me

                                                     This Is Me

Namaku diawali dengan huruf “ R ”, dalam buku yang aku baca, bahwa  pemilik nama yang di awali dengan huruf tersebut memiliki individu yang selalu menuntut aksi, ia membutuhkan seseorang yang sesuai dengan nya.

Baginya kecerdasan lebih berharga dibandingkan penampilan fisik, walaupun ketertarikan secara fisik untuk menarik perhatian nya. Ia sering kali tidak mengungkapkan cinta dengan jujur, namun ia sadar cinta adalah hal yang penting untuk menimbulkan semangat hidup.

Next, aku lahir pada tanggal 13, ada yang berpendapat bahwa orang yang lahir pada tanggal 13 itu menunjukkan jiwa yang agak labil, di satu sisi ia sangat kreatif dan berani menerima tantangan, akan tetapi dalam waktu yang singkat ia juga muda patah arang, Orang ini  sensitive dan spiritualis, ia merasa menderita berada di lingkungan nya sendiri dan mudah marah.

Ia juga sebenarnya memiliki rasa cinta yang kuat pada pasangan maupun keluarga, akan tetapi malas menunjukkan nya, sehingga mereka mengira orang itu terlalu cuek. Karena salh paham, dia sering dianggap bertemperamen tinggi dan tidak masuk akal, walaupun di seorang dictator, akan tetapi dialah manajer yang sukses. Dan rumah sangat berarti bagi kebahagiaannya.

So then, aku memiliki bentuk wajah oblong yaitu hampir menyerupai bentuk persegi panjang namun pada bagian ujung nya membulat. Karakter wajah yang seperti ini digambarkan sebagai seseorang yang mempunyai sifat praktis, dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku untuk mengerjakan semua hal.

Okay, and now how about you ?

 

Asti Musman ( Cara cepat membaca kepribadian orang lain ), Psikologi Corner, Yogyakarta, 2019.

 

Respon Al-Qur’an Terhadap Legalitas Kaum LGBT

Dalam realitas kehidupan soosial, ada begitu beragam masyarakat dengan berbagai latar belakang  kehidupan sosialnya, termasuk didalamnya kelompok yang menyimpang. Seperti: homoseksual, biseksual, dan transgender.

Secara sosiologis, homoseksual adalah orang yang melakukan hubungan seksual denagn sesama jenis kelamin, baik sesama laki-laki maupun sesama perempuan. Hubungan sesama laki-laki disebut deengan gay, sedangkan hubungan sesama peremppuan disebut lesbian

Dalam hukum islam istilah gay disebut juga dengan (اللواط) yaitu kata yang dinisbatkan kepada kaum Nabi Luth. Yaitu laki-laki yang melakukan hubungan seksual denga laki-laki. Sedangkan istilah lesbian ( السحاق) yaitu perempuan yang mengarahkan pilihan orientasi seksualnya kepada sesame perempuan.

Adapun biseksual secara sosiologis adalah seseorang yang memiliki kecenderungan menyukai laki-laki maupun perempuan secara bersamaan, sedangkan dari sudut pandang islam biseksual secara hukum praktik biseksual bias di analogikan dengan praktik homoseksual.

Adapun transgender secara sosiologis adalah orang yang menderita konflik batin (gangguan psikologi), karena perbedaan identitas diri bertentangan dengan identitas sosial, sementara dalam pandanga islam trasgender adalah mukhannats/khuntsa. Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, mukhannats dibagi menjadi 2 jenis: pertama, mukhannnats alami yaitu orang yang terlahir sebagai transgender  disebabkan adanya kelainan kromosom dan predisposisi hormonal. Keberadaanya tidak hisa disalahkan, akan tetapi harus ada usaha untuk mengubahnya walaupun secara bertahap. Kedua, mukhannats semu artinya laki-laki yang berusaha untuk bias menjadi seperti perempuan baik dalam bergerak, bertabiat, berbicara bahkan berhias layaknya pperempuan.

Sedangkan isyarah Al-Qur’an mengenai perilaku LGBT, dapat dipahami dari makna zauj dari surat ar-Rum (30):21 yang memberikan informasi bahwa Allah menciptakan manusia denga berpasang-pasangan, supaya diantara keduanya merasa tenang dan tentram. Menurut pakar bahasa Al-Qur’an Raghib al-Asfahani, kata zauj dalam Al-Qur’an digunakan untuk 2 hal yang berdampingan atau berlawanan seperti laki-laki atau perempuan. Di ayat lain juga disebutkan, dimana kata berpasangan diperjelas dengan kata-kata berikutnya, (dzakr) laki-laki, (unsa) perempuan. QS an-Najm 53:45. Dengan demikian, didasarkan pada analisis kata zauj diatas, maka potensi manusai secara fitrah adalah heteroseksual. Sebab hubungan seks yang dikalukan oleh manusia justru akan mengangkatg dan memperkuat keadaan kosmis yang terdapat dalam dua hal, yaitu dikungan atas penciptaan dan pengulangan penciptaan, demi menjaga kelangsungan regenerasi jenis kelamin dalam rangka melaksanaan tugas kekhalifahan.

Dari penjelasa diatas menunjukkan bahwa perbuatan homoseksual dan biseksual adalah perilaku yang dilarang karena bertentangan denga fitrah manusia yaitu dapat merusask proses reproduksi dan merusak mental generasi muda. Dari segi kesehatan mereka juga lebih beresiko karena penyakit kronis.

Di jelaskan dalam surat As Syura 42:49-50, bahwa hanya ada 2 jenis kelamin yang diciptakan oleh Allah, yaitu inats (perempuan) dan dzukur (laki-laki). Tidak satupun ayat yang memperkenalkan jenis kelamin ke 3 yang diperkenalkan oleh kelompok-kelompok di Barat yaitu transgender sebagainjenis kelamin neutral bukan laki-laki dan perempuan, tidak sejalan dengan ayat di atas. Karena yang mereka sebut jenis kelamin neutral itu adalah orang yang berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, hanya mereka menganggap dirinya berjenis kelamin berbeda dengan satia dilahirkan, sehingga mereka berperilaku dan berpenampilan tidak sesuai dengan peran gender pada umumnya. Perbuatan tersebut tidak dibenarkan dalam islam. Nabi bersabda: Allah mengutuk perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan. Ini menunjukkan islam sangat melarang perilaku transgender, apalagi mereka melakukan tindakan peralihan jenis kelamin dan melakukan operasi.

Dalam sudut pandang islam, operasi ganti kelamin hanya dibolehkan untuk orang yang memiliki alat kelamin ganda atau tidak punya sekali (khuntsa). Sedangkan untuk orang yang merasa memiliki orientasi seksual yang berbeda tidak diperbolehkan bahkan sangat dilarang (an-Nisa 4:119 dan ar-Rum 30:30)

Oleh karena itu, diperlukan adanya langkah konkret dalam mengantisipasi tersebarnya perilaku LGBT, diantaranya:

1.      Pendidikan, karena pendidikan merupakan laboratorium pembentukan karakter dan moralitas suatu bangsa. Dan pendidikan yang utama adalah keluarga karena mempengaruhi perkembangan watak, budi pekerti, dan kepribadian anak.

2.      Adanya penetapan hukum yang tegas.

         👆

KIAT MENGHAPAL AL-QUR’AN

Contoh Al Quran Hafalan - Nusagates

·                         Secara Ideologis, seseorang pasti akan mencari orang yang terbaik di mata Nya.

·                   Hadiah yang terbaik bagi kelurga kita ketika di akhirat adalah ketika kita mampu menyelamatkan nya dari api neraka

·                         Allah swt telah memudahkan hambanya dalam menghapal nya

·                      Penyebab seseorang susah untuk menghapal al-qur’an adalah ketika seseorang tidak memiliki rasa takut kepada Allah swt.ng baik dan benar

·             Untuk menciptakan generasi-generasi qur’ani, dibutuhkan adanya miliu-miliu al-qur’an dengan sering membaca, menghapal, memahami maksud dari isi nya

·         Ketika ingin menghapal al-quran , kita sangat membutuhkan guru yang baik dan benar dalam bacaan nya

·         Kita harus mencari teman yang cinta al-qur’an

·         Harus mencari waktu yang tepat dalam menghapal al-quran, dan hindarilah tidur setelah shubuh

·         Harus menjauhi maksiat , dan makan lah makanan yang halal

·         Dalam menghapal al-qur’an  ada beberapa istilah yaitu ( talqin/ tasmi’ ),

( tafahhum), (  attikror/pengulangan ), dan ( taqrir/ penyetoran hapalan ).

 

 

 

 

AL-GHAZALI

AL Ghazali, Tokoh Pembaharu Islam - Harian Sejarah

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad bin Ahmad At-Thusi, Abu Hamid Al-Ghazali. Ia dilahirkan pada tahun 450 H di kota Thus, Khurasan, wilayah Persia. Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf(yang dibuat dari kulit domba) dan menjualnya di kota Thusi. Menjelang wafat, ia mewasiatkan pemeliharaan kedua anak nya kepada temannya dari kalangan orang baik.

Ayah nya berpesan kepada temannya tersebut, berkata : “ Sungguh saya menyesal tidak belajar khat (tulis menulis Arab) dan saya ingin memperbaiki apa yang telah saya alami pada kedua anak saya ini. Maka saya mohon engkau mengajarinya, dan harta yang saya tinggalkan boleh dihabiskan untuk keduanya”.

Setelah meninggal, maka temannya tersebut mengajari keduanya ilmu, hingga habislah harta peninggalan yang sedikit tersebut. Kemudian dia meminta maaf tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan harta benda yang ia dimilikinya. Dia berkata,” Ketahuilah oleh kalian berdua, saya telah membelanjakan untuk kalian dari harta kalian. Saya seorang fakir dan miskin yang tidak memiliki harta. Saya menganjurkan kalian berdua untuk untuk masuk madrasah, seolah-olah sebagai penuntut ilmu. Sehingga memperoleh makanan yang dapat membantu kalian berdua.”

Kemudian keduanya melaksanakan anjuran tersebut. Inilah yang menjadi sebab kebahagiaan dan ketinggian mereka. Demikianlah diceritakan Al-Ghazali, hingga beliau berkata,” kami menuntut ilmu bukan karena Allah Ta’ala, akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah Ta’ala.  

 

COVID-19

BNPB: COVID di Jabodetabek Menurun, tapi di Jatim Meningkat

                COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered strain of coronavirus, a type of virus known to cause respiratory infections in humans. This new strain was unknown before December 2019, when an outbreak of a pneumonia of unidentified cause emerged in Wuhan, China.Aug 12, 2020

Although for most people COVID-19 causes only mild illness, it can make some people very ill. More rarely, the disease can be fatal. Older people, and those with pre- existing medical conditions (such as high blood pressure, heart problems or diabetes) appear to be more vulnerable.( dangerous )

There is no specific treatment for disease caused by a novel coronavirus. However, many of the symptoms can be treated and therefore treatment based on the patient's clinical condition. ( treatment for corona virus)

Many countries are suggesting various levels of containment in order to prevent the spread of coronavirus, or COVID-19. With these worries, schools and universities are closing down and moving abruptly to online platforms and remote education. This sudden change has us asking, “What is the impact of coronavirus on education?”

Let’s discuss the nature of COVID-19, how schools are adjusting to remote learning, and how those adjustments are impacting education across the board. Coronaviruses are a family of viruses that range from the common cold to Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). The most recent coronavirus (sometimes referred to as the novel coronavirus) is called COVID-19, and was first detected in Wuhan, China in December of 2019.

Why Schools Are Closing

As part of the effort to contain the spread of the coronavirus, public spaces such as schools, universities, and offices are closing down so that people can stay at home and prevent further spread. In countries, such as China, where testing and quarantine measures were taken, the spread was able to level out. Measures that are taken to slow the rate of infection include social distancing, limits on event sizes, and home quarantine when necessary. Closing schools and offices ensures that people can limit their interactions with others and slows the spread of the virus while the healthcare system copes with the pandemic.

 

What Are The Alternatives When Schools Close

1. Online learning

Many schools and universities are opting to continue their normal classes on online platforms. This includes the use of online tools, such as group video programs, that allow teachers and students to meet and conduct classes over the internet.

 

Another way that students are continuing their studies is through distance education, which uses online programs that replace instructors with educational material that students study on their own. An example of distance learning would be online classes or videos which students use on their own time, as opposed to meeting live with the teacher and other students.

 

However, not all schools and universities were able to make it online and may soon be closed forever. Institutions like University of the People – an online, tuition-free, US accredited university – have always been online. Because of that, students can learn with us anywhere, anytime. We don’t have a physical campus, so our doors are always open! Nas Daily, an impactful social media influencer, talks about this, how students are demanding more value and lowers costs for their collegiate studies, and other higher education news in his video below.

2. Free online programs

 

In light of the pandemic, and the interruption of normal education, many online educational platforms have been advertising free educational tools for students around the world who are stuck at home.Companies such as Scholastic and Coursera are advertising free online courses to encourage students to continue learning at home, and websites such as Unesco and Openculture are creating lists of free online courses and resources for anyone who wishes to learn at home.

3. Parental care

 

With young children at home from school and their normal schedules disrupted, parents are needing to make schedules for children who would normally be in school. Even with online classes, parents need to help younger children navigate school on the computer, and parents with kindergarten children are unable to work unless other arrangements can be made.

 

How Education Is Being Impacted So Far

1.      Delays

 

            Standardized testing and school admissions are being delayed across the country. Some states have opted to cancel or delay standardized testing, while others are thinking of extending the school year due to delays and many missed days of school.

 

Classes and semesters are being delayed as staff and teachers acclimate to the new online platforms and try to switch their material to a new teaching style. This includes learning how to use online tools, figuring out how to convert hands-on learning materials or discussion-based classes to the new platforms, and possibly changing the whole learning plan based on the inability to switch it over to an online platform.

2. Challenges for staff and students

 

            As school and university staff learn how to convert their lessons to online platforms, both students and staff are learning how to deal with remote learning and communication. Though technology has already had a big hand in most school affairs, the new dependence on technology for every aspect of education is forced to occur overnight — leaving many people struggling with technological difficulties, as well as coping with the challenges of studying at home and learning how to construct a productive schedule outside of the school environment.

 3. Challenges for low-income families

 

Unfortunately, many families rely on the public school system, not only for education, but for necessities like food and childcare. With schools cancelled, many children are left without proper meals, and parents are forced to take off work in order to care for their young children. Although many schools are continuing online, many students do not have access to computers or the internet in their homes. Without the proper technology, many students will be forced to miss out on their education until further solutions can be arranged.

4. Concentration difficulties

 

Younger children, as well as students with ADHD or other special needs, find it difficult to concentrate to full capacity with online educational tools. Young children need the assistance of in-person instruction, and may find it difficult to concentrate in a typical frontal class conducted on a computer. Students with special needs, who also rely on in-person instruction, may find it especially difficult to switch to online platforms.

 

These difficulties may require a more unique approach to online learning, or may demand the extra assistance of parents as these students navigate a new educational paradigm.

 

 

 

  Qoutes   ·          Jangan menyedihkan kelamnya masa lalu. Jangan habiskan usia untuk menangisi sejarah. Adapun tugas terbesar kita ad...